TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Tidur, selain bertujuan untuk mengistirahatkan diri dari kepenatan aktivitas sehari-hari, juga saat yang tepat untuk mengistirahatkan fisik dan mental. Cukup tidur tak hanya ditentukan dari kuantitas atau lamanya waktu tidur, tetapi juga dari kualitas tidur itu sendiri.
Tetapi ada banyak orang yang merasa kesulitan untuk memulai tidur. Mau tahu hal-hal apa saja yang harus Anda hindari agar bisa tidur dengan nyenyak?
Sebelum tidur biasanya kita menyempatkan diri untuk meminum segelas teh atau kopi, padahal hal ini akan mempersulit waktu tidur Anda. Begitu juga dengan minuman beralkohol karena bisa menyebabkan kegelisahaan atau tubuh menjadi aktif.
Berolahraga mendekati waktu tidur, minum banyak air, juga harus dihindari karena akan menimbulkan rasa ingin buang air kecil semasa tidur. Akibatnya, Anda jadi sering terbangun karena ingin buang air kecil.
Pada sebagian orang, tidur siang perlu dihindari karena akan membuat lebih sulit tertidur di malam hari. Jika Anda tidak bisa tertidur, bangunlah dari tempat tidur, tinggalkan kamar dan bacalah bacaan yang ringan sampai Anda merasa mengantuk.
Lalu apa yang menyebabkan kita terkadang tidak bisa tidur?
Berikut hal-hal yang memungkinkan terjadinya sulit tidur atau insomnia:
Sakit
Dalam satu studi terungkap bahwa dari sekitar 15 persen orang yang menderita
penyakit kronis, setidaknya dua per tiga dari mereka dilaporkan mengalami
kesulitan tidur. Sakit punggung, sakit kepala, dan masalah pada persendian
menjadi penyebab utama sulit tidur.
Stres dan masalah mental
Insomnia adalah paduan dari gejala dan akibat dari depresi dan kegelisahan.
Karena otak menggunakan 'sinyal' serupa untuk mengatur jadwal tidur dan emosi,
sangat sulit untuk menentukan mana yang harus dimunculkan lebih dulu. Situasi
atau kejadian yang membuat stres, seperti masalah uang atau perkawinan, sangat
ampuh untuk memicu insomnia. Bahkan, bisa jadi masalah ini akan berkepanjangan.
Mengorok
Dalam sejumlah kasus, mengorok merupakan gejala dari sleep apnea, kelainan yang
dikaitkan dengan penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan stroke.
Jet lag
Melintasi zona waktu bisa mengacaukan jam biologis ini. Jam inilah yang
memerintahkan otak Anda tidur ketika gelap dan terbangun saat terang. Tubuh
Anda baru dapat menyesuaikan dengan satu perubahan dalam tiga hari. Bila Anda
kerap melintasi berbagai zona waktu, jet lag dapat menyebabkan masalah tidur.
Perubahan jam kerja
Jam kerja yang berlawanan dengan jam tidur normal. Orang yang kerap berpindah
jam kerja mengalami penurunan level serotonin, hormon dan saraf pengirim yang
terdapat dalam sistem saraf pusat yang membantu mengatur tidur.
Perubahan hormon
Menstruasi, menopause, dan kehamilan merupakan sumber utama masalah tidur pada
perempuan. Ruam panas, masalah payudara, atau sering buang air kecil juga
mengganggu pola tidur teratur. Menurut sebuah lembaga yang menangani masalah
tidur, sekitar 40 persen yang mengalami masa transisi menjelang menopause kerap
mengalami masalah tidur.
Masalah kesehatan
Kesulitan tidur juga dapat terkait dengan kondisi medis. Dengan penyakit
paru-paru atau asma, misalnya, sesak napas dan bersin tentu saja bisa
mengganggu tidur. Apalagi, bila ini terjadi saat dini hari. Bila Anda mengalami
penyakit jantung, bisa saja Anda punya pola bernapas yang tidak normal.
Parkinson dan penyakit saraf lain juga mencuatkan insomnia sebagai efek
samping.
Obat-obatan
Obat, yang bebas atau dengan resep dokter, bisa mengganggu pola tidur. Terlebih
bila Anda mengonsumsinya menjelang waktu tidur atau dosisnya berlebihan.
Lalu apa yang Anda lakukan ketika mengalami insomnia? Mungkin Anda
akan berusaha membuat diri mengantuk dengan menonton acara yang norak di
televisi, membaca buku yang membosankan, hingga minum obat tidur.
Tetapi ada cara lain untuk mengatasi sulit tidur ini,
kompres kepala Anda dengan air dingin.
Nah, tudung ini rupanya menurunkan suhu prefrontal cortex,
bagian otak yang mendorong untuk tidur lelap. Akibatnya, aktivitas otak
melambat, dan mendorongnya untuk beristirahat.
Setelah mengenakan tudung khusus tersebut, para pengidap
insomnia ini tertidur dengan cepat. Mereka hanya butuh 13 menit untuk tertidur,
yang artinya bahkan lebih cepat daripada pasien yang sehat (yang membutuhkan
rata-rata 16 menit untuk terlelap). Kedua kelompok responden ini juga
menghabiskan 89 persen dari waktu mereka di tempat tidur untuk tertidur lelap.
"Penemuan paling berarti dari studi ini adalah bahwa
kita bisa mendapatkan dampak yang menguntungkan bagi penderita insomnia melalui
mekanisme yang aman, dan mudah disediakan di rumah," papar Dr Eric
Nofzinger, salah satu tim peneliti.
Meskipun demikian, ide memakai headcap berisi air dingin
ini mungkin tidak semudah kedengarannya. Misalnya, seberapa dingin suhunya?
Selain itu, kebanyakan dari kita tentu merasa tidak nyaman saat menempelkan
sesuatu yang dingin pada kepala, apalagi di tempat tidur.
Dalam penelitian dua tahun sebelumnya, para spesialis
masalah tidur di Inggris pernah menyarankan cara yang lebih simpel untuk
mendinginkan tubuh. Menurut profesor Jim Horne dari Loughborough University ,
Anda bisa meletakkan kipas angin di samping tempat tidur untuk menghembuskan
udara dingin ke arah muka. Begitu darah yang dingin dari pipi mengalir ke
jantung, darah akan mengalir sepanjang arteri sambil membawa darah yang lebih
hangat ke arah lain dari otak.
"Darah yang lebih dingin memasuki otak, dan
menyebabkan tidur yang lebih nyenyak. Anda hanya butuh sedikit hembusan angin
ke arah wajah," paparnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar